|
23
baik
atau
buruk,
serta
akibat
yang
dapat
ditimbulkan
atau
dihasilkan
dari
sebab-sebab tersebut.
2.8.2
Konsep Balanced Scorecard
Konsep
Balanced Scorecard pertama
kali
diperkenalkan
oleh
Robert S.
Kaplan
dan
David
P.
Norton
pada
tahun
1992
lewat
artikel
yang
dipublikasikan
di
Harvard
Business
Review.
Artikel
yang
berjudul
Balanced
Scorecard
Measures
that
Drive
Performance
tersebut
berisikan
serangkaian
riset
dan
eksperimen
terhadap beberapa perusahaan di Amerika, dan juga hasil dari diskusi dengan
beberapa
wakil
dari
berbagai
industri sepanjang
tahun
untuk
mengembangkan
suatu
model pengukuran kinerja yang baru, dimana pengukuran tersebut dimaksudkan
untuk
memungkinkan
para
eksekutif
memandang perusahaan dari berbagai
perspektif.
Pada
perkembangannya,
balanced
scorecard
tidak
hanya
digunakan
sebagai
alat
pengukuran
kinerja,
tapi
balanced scorecard
kemudian
dikembangkan
untuk
menghubungkan tolok ukur bisnis dengan strategi perusahaan. Semakin banyak
perusahaan
yang
mengimplementasikan
balanced scorecard,
semakin
terbuka
lagi
kemampuan
balanced scorecard,
dimana
menurut
Kaplan
dan
Norton,
balanced
scorecard paling sukses ketika digunakan untuk
mendorong
proses
perubahaan,
dan
balanced scorecard
bukan
lagi
hanya
sebagai
alat
pengukuran
kinerja,
tapi
berkembang lebih lanjut menjadi sistem manajemen strategis.
Balanced
Scorecard hadir
untuk
mempersempit
gap
atau
kesenjangan
antara
strategi dan aksi. Caranya adalah dengan
menterjemahkan kedalam
inisiatif
strategis
|