Home Start Back Next End
  
24
24
men girimkan  120% 
caleg  dar i  total  kursi 
y
ang  d ip erebutkan  di 
sebuah  d aerah
p
emilihan
(distrik),
p
roblemny a
tentulah tak
sederhana.
Panel
elektronik
atau
lay ar
sentuhny a harus dibuat
luar biasa besar.
E. 
Filipina
Pada 
bulan   M ei 
2010   Pemerintah   Filip ina 
telah   mer encan akan   untuk
meny elen ggarak an p emilu secara eletronik
untuk p ertama kali den gan
men ggunakan
optical
scan
voting
system.
Pemer intah
telah
men geluarkan
dan a
sebesar
$160
juta
untuk p embiay aan sistem baru.
Dana
in i termasuk
untuk p engadaan
EVM s, printer,
server,
genset, memory
card, baterai, dan p eralatan transmisi
satelit
dan broadband.
Penerap an
e-voting
secara
nasional
d
imaksudkan  untuk
men in gkatkan
akur asi
dan
kecep atan dalam p enghitun gan suara.
Juga diharap kan dap at
menguran gi kecuran gan
dan  korup si  sebagaimana  ditemuk an  p ada  p emilu-p emilu  di 
Filip ina  y ang  telah
diadakan
seb elumny a.
Pada
tan ggal
3
M
ei
2010,
Filip ina
telah
melakuk an
pre-test
terhadap  sistem
e-voting.
Komisi
Pemilu
(Comelec)  telah
menemuk an
76.000
dari
total
82.000
mesin
scan
optik
terdap at
kegagalan
dalam
kartu
memori.
M
esin
telah
salah
men ghitung dan
memberik an
suara
kep ada k andidat
lawan.
Setelah dilakukan
p
eny esuaian  antara
p
enghitungan  manu al
dan  elektronik,  kartu  memori
kemudian
diganti  untuk 
seluruh 
wilay ah. 
Akhirny a  bany ak
p
emilih 
y
ang  skep tis  terhadap
p
enerap an
e-voting
setelah
kejadian
tersebut.
Tanggal
10
M
ei
2010
raky at
Filip ina
telah  memilih  p residen  men ggunak an  e-votin g
untuk  kali
p
ertama.  KPU  Filip ina
melap orkan  bahwa 
hany a
400  dar i
82.000  mesin  e-votin g
y
ang  tidak  berfun gsi.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter