|
26
2.3.2 Pengukuran Rasio dan Imbal Hasil Saham
Dalam
aktifitas
investasi,
baik
investasi
pada
financial
assets
seperti
saham
maupun
obligasi,
maupun
real
assets seperti
tanah
dan
bangunan
pada
umumnya
mengandung dua hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu risiko (risk) dan tingkat
imbal hasil (return saham).
Bilamana suatu investasi memiliki risiko, berarti bahwa investasi tersebut
tdidak dapat memberikan keuntungan yang pasti. Dalam keadaan ini, pemodal
(investor)
hanya
akan
mengharapkan
untuk
dapat
memperoleh
suatu
tingkat
imbal
hasil
tertentu.
Imbal
hasil
(return)
merupakan
sejumlah
hasil
yang
dapat
diperoleh
dari suatu aktifitas investasi yang dilakukan. Imbal hasil dapat berupa :
1. Imbal hasil realisasi (realized return)
Merupakan
imbal
hasil
yang
telah
terjadi,
dihitung
berdasarkan
data
historis,
sebagai
salah satu
faktor penting yang digunakan dalam pengukuran kinerja dari suatu bank,
dan digunakan sebagai dasar penentuan tingkat keuntungan yang diharapkan
(expected ret urn), serta risiko ya ng
akan dihadapi pada
masa datang. Rumusan yang
digunakan dalam memperoleh tingkat imbal hasil realisasi ini, adalah
ri
p
i
p
i 1
p
i
dimana
:
r
i
=
tingkat imbal hasil (return) realisasi pada saham i
p
i
=
harga penutupan (closing price) pada hari ke i
p
i-1
=
harga penut upan (closing price) pada hari
i-1
n
=
jumlah observasi
|