Home Start Back Next End
  
23
sistematis
yang
tidak
dapat
didiversifikasi.
Menurut
Brigham and Gapenski
(1997,p165)
”The tendency of a stock to move up and down with the market is
reflected
in
its
beta
coefficient, 
ß
yang
berarti
kecenderungan
dari
naik
turunnya
harga saham seiring dengan keadaan pasar tercermin dari beta coeficient (ß).
Beta
digunakan
untuk
menghitung
bagaimana individual
stock’s
return
dibedakan dari
market return.
Beta
juga
mengukur
sensitivitas
dari
individual stock’s
return
dengan
perubahan
pasar
yang
ada. Pengukuran
beta
dilakukan
dengan
menggunakan analisis regresi. Dimana beta pasar sama dengan 1, maka secara umum
dapat dilihat bahwa:
Perusahaan yang memiliki beta = 1 mengindikasikan risiko pasar rata-rata.
Harga
sahamnya
tidak
lebih
bergejolak
ataupun
lebih
kecil
dari
risiko
pasar
yang ada.
Perusahaan dengan beta > 1 mempunyai risiko yang lebih besar dibandingkan
dengan risiko pasar (contohnya : perusahaan teknologi).
Perusahaan 
dengan 
beta 
mempunyai 
risiko 
dibawah 
risiko 
pasar
(
contohnya : utilities).
2.4.4.1 Metode untuk Menghitung Beta
Damodaran (2001, pp196-210),
Ada
tiga
pendekatan
metode
yang
dapat
digunakan untuk menghitung Beta. Yang pertama, dengan menggunakan data historis
harga 
pasar. 
Yang 
kedua, 
dengan 
menggunakan 
analisa 
fundamental 
dan 
yang
terakhir,
dengan
menggunakan
data
akuntansi.
Ketiganya
akan
dibahas
lebih
detail
berikut ini:
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter