Home Start Back Next End
  
79
Seperti
dikemukakan
oleh
Baltzell, demokrasi
di
Amerika
sangat
potensial
untuk
menghadirkan
'natural
aristocracy'
di dalam
masyarakat,
di
mana
setiap
orang
yang
berbakat
dan
mampu
dapat
mencapai
puncak
keberhasilan
yang
biasanya
diindentikkan
dengan
uang
atau
pun
kekuasaan.
Orang-orang
ini
dikategorikan
sebagai 
'the
elite'
dan
menjadi kelas penguasa atau
lebih dikenal dengan sebutan
'the ruling
class'.
Sebagai
kelas
penguasa,
tentunya
mereka
hidup
dalam
kelimapahan 
materi
dan
kekuasaan.
Oleh
karena
itu,
tentunya,
keturunan
mereka
secara
otomatis
terlahir
dalam
kekayaan 
serta  kekuasaan 
yang 
diperoleh  oleh 
keluarganya 
dan 
memperoleh 
status
sosial
yang
tinggi
sebagai
anggota
dari
'upper-class'.
Sarna
seperti
para
pendahulunya,
mereka 
pun 
memeperoleh 
perlakuan 
khusus 
dari 
warga 
masyarakat. 
Jefferson 
dan
Adams
menyebut
mereka
sebagai
'pseudo-aristocracy'.
Gejala  aristokrasi 
ini  timbul
dalam
kehidupan
Emily.
Bila
ditilik 
lebih  lanjut,
Emily  tidak 
pernah 
terlibat  dalam  kepemimpinan  apa  pun.  Satu-satunya 
karir 
yang
pernah
dijalaninya  adalah  menjadi  guru
les
seni
menghias  piring.
Karirnya 
pun  bam
dimulai  bertahun-tahun 
setelah  kepergian
kekasihnya,  namun
sepeninggal 
ayahnya 
ia
tidak
bekerja
sama
sekali.
Akan
tetapi, semasa
hidup
Emily
sangatlah  berpengaruh.  Ia
dapat
dengan
bebasnya
menolak
kebijakan pemerintah
yang baru
untuk
mulai
kemabali
membayar
pajak. Menghadapi
hal
ini, para penegak
hukum
tampak
tak berkutik.
Mereka
secara
formalitas
hanya
mengirimkan
sura!peringatan
pajak
tanpa
ada
tindakan
hukum
yang
serius.
Akhirnya,
pajakuya
tetap
dihapuskan
selamanya.
Dari
sini
sangatlah  jelas
terlihat
bahwa
ia
merniliki
wewenang
yang
besar
melebihi
wewenang 
hukum.
Hal
ini
menunjukkan
bahwa
ia juga
tergolong sebagai
'the
ruling
class'.
Dari
kehidupan
Emily
dengan 
semua 
fasilitas 
yang  dimilikinya,
jelaslah  bahwa 
ia  bukan 
seorang  
'natural
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter