Home Start Back Next End
  
262
perusahaan semakin
meningkat, khususnya
dalam %
barang
hasil produksi
yang
reject.
Pada
I0-
OEE
(
Overall
Equipment
Effectiveness
)
perusahaan
memperoleh skor
3
namun dengan penurunan sebesar 1.2%
(
78.9-77.7=1.2
%)- data
2007
dan
2008, kita
dapat
mempertanyakan
bagaimana
total
downtime 
dapat
ditekan
serta
waktu
siklus
proses
dapat
dipercepat,
namun
pada
skor
OEE
malahan
terjadi
penurunan
sebesar
1.2%
Jawabannya terletak
pada
penurunan performance
beberapa
mesin
perusahaan
dan
quality
yang
dihasilkan (
dengan
persentase kecil
).
Reject
kecil
artinya
%Yield
besar,
namun
Overall
Effectiveness
malahan
menurun.
Mengapa ?
Ternyata setelah
penulis
telusuri,
mesin
yang
digunakan
perusahaan
belum
full-capacity,
dan
hal
ini
dapat
ditelusuri
lebih
jauh
lagi
dari
PT.Shanghiang Perkasa
sebagai
supplier
sekaligus
customer
principal
yang
belum
memanfaatkan kapasitas
produksi
PT.Kalbe
Morinaga
Indonesia dengan maksimal.
4.Perspektif Growth & Learning ( Pertumbuhan dan Pembelajaran )
Nilai
kinerja
rata-rata
pada
perspektif ini
adalah
sebesar
3.25
yang
berarti
kinerja
perusahaan sangat baik, (
3,1< BSC
=
4;
performance
perusahaan sangat
baik
).
Pada
tahun 2008,
untuk budaya perbaikan yang kontinyu
(
continuous
improvement
)
belum
mendapatkan
skor,
disebabkan
masih
belum
adanya
standarisasi
untuk
siklus
waktu
setiap
proses
bisnis,
dan
saat
ini
pada
bulan
Agustus
2009
penulis melihat bahwa
standarisasi baru
selesai
dilakukan.
Sementara
itu,
dalam
L2-Mengembangkan
Keahlian 
Teknis 
dan 
Kompetensi 
Perilaku, pada
tahun  2008 
tingkat  kelulusan
(
Graduation
Rate
)
dan
Skor
rata-rata
(
Average
Score
)
perusahaan masih
sama,
perusahaan memperoleh skor 4, tingkat kelulusan 100% dan skor rata-rata mencapai 80
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter