![]() 62
pasti
arus
kas
di
masa
yang
akan
datang,
namun
dapat
diprediksi
dengan
planning
period,
lalu
mengambil
nilai
dari
arus
kas
yang
disebut
juga
metode
terminal value.
Menurut
Arthur
J. Keown
dalam
bukunya
yang
berjudul
Financial
Management
(2005;440)
metode dan rumus DCF dijabarkan sebagai berikut:
firm value =
free cash flow1
+
free cash flow2
+
free cash flow3
+
(1+ k
wacc
)¹
(1+ k
wacc
)²
(1+ k
wacc
)³
free cash flow
4
+
terminal value
4
(1+ k
wacc
)
4
(1+ k
wacc
)
4
terminal value
4
=
free cash flow
4
k
wacc
Dan untuk mencari free cash flow dijabarkan sebagai berikut:
Calculation of free cash flow
Net operating income (NOI)
Less:
taxes
Equals: net operating income after tax
Plus:
depreciation
expense
Less:
new investment made during the period
additional net working capital and capital expenditures
Equals: free cash flow
Operating
Income
didapat
dari gross
margin
sales.
Working
capital
dan capital
expenditure, didapat dengan menggunakan proporsi kenaikan sales. Pada contoh
yang
diberikan,
Arthur
berasumsi
didapat
kenaikan
10%
pada sales
masuk
pada
working
capital,
dan
40%
sales
masuk
capital
expenditure
ditambah
dengan
depresiasi.
Namun,
Arthur
tidak
menjelaskan
dasar
dari asumsi
tersebut
termasuk
planning
selama
4 tahun
kedepan
mulai
dari
sales, operating
income,
hingga
depresiasi.
Sehingga
disini penulis
menggunakan
asumsi
berdasarkan
presentase
kenaikan selama 4 hingga 5 tahun. Untuk perusahaan yang baru berjalan kurang dari
4 tahun,
dan
perusahaan
yang
abnormal
seperti
mengalami
penurunan
operating
income sebesar 200% lebih selama 4
tahun terakhir, penulis akan menggunakan
|