|
63
asumsi
berdasarkan
rata-rata
industri.
Untuk
asumsi,
dapat
dilihat
detail
pada
appendix b.
Hasil
dari kalkulasi
nilai perusahaan,
maka
selanjutnya
akan
dimasukan
kedalam
rumus: Firm value = Debt value + Equity Value
Menurut
Arthur,
Debt value adalah
jumlah
interest-bearing
debt. Disini
penulis
mendapat
nilai
interest-bearing
debt
dari
perhitungan
cost
of debt
diamana
di
perhitungannya didapat
dari
seluruh
kewajiban
yang
memiliki
bunga.
Setelah
diketahui equity value, maka proses selanjutnya adalah:
Share value =
equity value
number of shares
Number of shares adalah jumlah
saham yang beredar.
Dengan
demikian,
nilai
interinsik
per lembar saham dapat dicari.
4.1.Mencari
Nilai Interinsik
Pada
bagian
4.1,
penulis
mulai
mencari
nilai
interinsik
dari
ke
14
perusahaan
batu
bara
yang
akan
dijabarkan
satu
per satu.
Ke
14
perusahaan
tersebut
adalah:
INDY,
PTBA,
ITMG,
BUMI,
DEWA,
ADRO,
BRAU,
BYAN,
HRUM,
PKPK, KKGI, GTBO,
ATPK,
dan
BORN.
Mencari
nilai
interinsik
dimulai
dari
mencari
cost
of
debt,
cost
of equity,
WACC, estimasi arus
kas,
dan
nilai
interinsiknya.
Setelah nilai
interinsik
diketahui,
akan
dicari titik
terendah dan
tertinggi. Titik terendah dicari pada
saat
pasar
saham
sedang
turun
(bearish)
dan titik
tertinggi
dicari
pada saat
pasar
saham
sedang
naik
(bearish) pada tahun 2009, 2010, dan 2011 (hingga 26 july 2011).
4.1.1. Adaro Energy (ADRO)
Proses hitung nilai interinsik ADRO dijabarkan sebagai berikut:
1. Menghitung
cost of debt
|