|
18
segi
morfologis
dan
sintaksis,
yang
secara
bersama-sama
membentuk
gaya
percakapan ini.
(Keraf, 1980: 117-120)
2.5.1.2.Gaya Bahasa Berdasarkan Nada yang Terkandung dalam Wacana
Berdasarkan nada, gaya bahasa didasarkan pada sugesti yang dipancarkan
rangkaian kata-kata
yang terdapat dalam sebuah
wacana.
Gaya bahasa berdasarkan
nada
yang terkandung dalam wacana dibedakan atas:
a. Gaya sederhana;
gaya
ini
cocok
untuk
memeberi
instruksi,
perintah,
pelajaran, perkuliahan dan sejenisnya. Gaya ini juga cocok digunakan untuk
menyampaikan fakta atau pembuktian-pembuktian.
b.
Gaya
mulia
dan
bertenaga;
gaya
ini
penuh dengan
vitalitas dan energi, dan
biasanya dipergunakan untuk menggerakkan sesuatu.
c.
Gaya
menengah; merupakan gaya yang diarahkan kepada usaha untuk
menimbulkan suasana senang dan damai. Karena itu, nadanya juga bersifat
lemah lembut, penuh kasih sayang, dan mengandung humor yang sehat.
(Keraf, 1980: 121-123)
2.5.1.3.Gaya Bahasa Berdasarkan Struktur Kalimat
Ditinjau dari struktur kalimat, gaya bahasa dibedakan atas:
a.
Klimaks;
gaya
bahasa
yang
mengandung
urutan-urutan
pikiran
yang
setiap
kali semakin meningkat kepentingannya dari gagasan-gagasan sebelumnya
b.
Antiklimaks;
suatu
acuan
yang
gagasan-gagasannya diurutkan dari yang
terpenting berturut-turut ke gagasan yang kurang penting.
c. Paralelisme; gaya bahasa yang berusaha mencapai kesejajaran dalam
pemakaian kata-kata atau frasa-frasa yang menduduki fungsi yang sama dalam
bentuk gramatikal yang sama.
d. Antitesis; gaya bahasa yang mengandung gagasan-gagasan yang bertentangan,
dengan mempergunakan kata-kata atau kelompok kata yang berlawanan.
e. Repetisi; perulangan bunyi, suku kata, kata atau bagian kalimat yang dianggap
penting
untuk
memberi
tekanan
dalam sebuah
konteks
yang
sesuai.
Gaya
bahasa repetisi terdiri dari mermacam-macam jenis, antara lain:
|