Home Start Back Next End
  
19
• 
Epizeuksis;
repetisi 
yang 
bersifat 
langsung, 
kata 
yang 
dipentingkan
diulang beberapa kali berturut-turut.
• 
Tautotes;
repetisi
atas
sebuah
kata
berulang-ulang
dalam
sebuah
konstruksi.
• 
Anafora; repetisi
yang berwujud perulangan kata pertama pada
tiap baris
atau kalimat berikutnya.
• 
Epistrofa;
repetisi
yang
berwujud
perulangan
kata
atau
frasa
pada
akhir
baris atau kalimat berurutan.
• 
Simploke;
repetisi 
pada 
awal 
dan 
akhir 
beberapa 
baris 
atau 
kalimat
berturut-turut.
• 
Mesodiplosis repetisi  di 
tengah   baris-baris   atau   beberapa   kalimat
berurutan.
• 
Epanalepsis;
repetisi
yang
berwujud
kata
terakhir
dari
baris,
kalusa
atau
kalimat, mengulang kata pertama.
• 
Anadiplosis;
kata 
atau 
frasa 
terakhir 
dari 
suatu 
klausa 
atau 
kalimat
menjadi kata atau frasa pertama dari klausa atau kalimat berikutnya.
(Keraf, 1980: 124-128)
2.5.1.4.Gaya Bahasa Berdasarkan Langsung Tidaknya Makna
Selain
gaya
bahasa
yang
ditinjau
dari struktur
kalimat,
dalam
buku
yang
sama
disebutkan juga pembagian gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna. Gaya
bahasa berdasarkan
langsung tidaknya
makna dibedakan atas gaya
bahasa
retoris yang
merupakan
penyimpangan
dari
konstruksi
biasa
untuk
mencapai
efek
tertentu
dan gaya
bahasa  kiasan  yang  merupakan  penyimpangan  yang  lebih  jauh,  khususnya  dalam
bidang makna. (Keraf, 1980: 129)
2.5.1.4.1.   Gaya Bahasa Retoris
Di dalam gaya bahasa retoris terdapat bermacam-macam gaya bahasa.
Bermacam-
macam gaya bahasa tersebut antara lain adalah:
a.   Aliterasi; gaya bahasa yang berwujud perulangan konsonan yang sama.
b. 
Asonansi; gaya bahasa yang berwujud perulangan bunyi vokal yang sama.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter