Home Start Back Next End
  
20
Semenjak
karyawan
tidak
suka
atau
tidak
menyukai
pekerjaannya,
mereka
harus
diatur dan
dikontrol
bahkan
mungkin
ditakuti
untuk
menerima
sanksi
hukum jika tidak bekerja dengan sungguh-sungguh.
Karyawan
akan
menghindari
tanggung
jawabnya
dan
mencari
tujuan
formal
sebisa mungkin.
Kebanyakan
karyawan
menempatkan
keamanan
di
atas
faktor
lainnya
yang
berhubungan erat
dengan
pekerjaan dan
akan
menggambarkannya
dengan
sedikit ambisi.
Sebaliknya teori Y (positif) memiliki asumsi-asumsi sebagai berikut:
Karyawan
dapat
memandang
pekerjaan
sebagai
sesuatu
yang
wajar,
lumrah
dan alamiah layaknya tempat
bermain atau beristirahat, dalam artian berdiskusi
atau sekedar teman bicara.
Manusia
akan
melatih
tujuan
pribadi
dan
pengontrolan
diri
sendiri
jika
mereka
melakukan komitmen yang sangat objektif.
Kemampuan  untuk  melakukan  keputusan  yang  cerdas  dan  inovatif  adalah
tersebar secara meluas di
berbagai
kalangan tidak hanya melulu dari
kalangan
top management atau dewan direksi.
Semua
pihak
yang
memiliki
wewenang
didalam
perusahaan,
salah
satunya
adalah
manajer haruslah menggunakan kedua jenis motivasi tersebut. tantangan utama dari teori ini
adalah proporsi penggunaannya, dan juga
kapan
kita akan menggunakannya. Para pimpinan
yang
lebih
percaya
bahwa
ketakutan akan
mengakibatkan
seseorang
segera
bertindak,
mereka akan lebih banyak menggunakan motivasi teori X (negatif). Sebaliknya jika pimpinan
percaya
kesenangan akan menjadi dorongan bekerja, ia akan banyak menggunakan motivasi
yang
positif.
Walaupun
demikian,
tidak
ada
seorang pimpinan
pun
yang
sama
sekali
tidak
pernah  menggunakan  motivasi 
negatif.  Penggunaan  masing-masing  jenis  motivasi  ini,
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter