Home Start Back Next End
  
21
dengan segala
bentuknya haruslah
mempertimbangkan situasi
dan orangnya.
Sebab pada
hakikatnya setiap individu adalah berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Suatu
dorongan yang mungkin efektif bagi seseorang, mungkin tidak efektif bagi orang lain.
Pada
umumnya
kita
bisa
mengatakan
bahwa
pemberian
motivasi
positif akan
memberikan
peningkatan
semangat,
mengurangi keluhan
dan
secara
umum,
mengurangi
kesulitan. Tetapi
peningkatan semangat
(moral) saja
tidak
cukup.
Bagaimana
pengaruh
motivasi
berdampak
positif
pada
produktivitas?
Apakah karyawan akan bekerja
lebih baik
apabila
digunakan
motivasi
dengan
cara
negatif atau
menakut-nakuti
dengan
sanksi
hukuman? 
Dari  berbagai 
penelitian  menunjukkan  bahwa 
penggunaan  'ancaman'  atau
motivasi
negatif,
seringkali
menghasilkan yang lebih
banyak,
berupa
peningkatan
produktivitas,
dalam jangka
pendek.
Dengan
demikian,
hasilnya akan segera
tampak
dalam
jangka waktu
pendek. Tetapi
penggunaan
motivasi
positif
akan
berhasil dalam
jangka
panjang.
Karyawan,
dengan
semangat
yang lebih
baik,
akan meningkat
produktivitasnya
dalam jangka panjang. Jadi, penggunaan motivasi negatif akan meningkatkan produktivitas
dan
meningkatkan semangat
dalam
jangka
pendek dan
motivasi positif
akan meningkatkan
semangat dan produktivitas dalam jangka panjang.
d.   Teori ERG
Teori
ERG
menyebutkan ada
tiga
kategori
kebutuhan
individu,
yaitu
eksistensi
(existence),
keterhubungan
(relatedness) dan
pertumbuhan
(growth),
karena
itu
disebut
sebagai teori ERG, yang berupa:
Kebutuhan eksistensi untuk bertahan hidup, kebutuhan fisik;
Kebutuhan
keterhubungan adalah
kebutuhan
untuk berhubungan dengan
orang lain
yang
bermanfaat seperti keluarga, sahabat,
atasan,
keanggotaan
di
dalam
masyarakat;
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter