|
11
(seseorang) hanya
melakukan suatu
kegiatan
yang menyenangkan
untuk
dilakukan. Prinsip
itu
tidak
menutup
kondisi
bahwa
dalam
keadaan
terpaksa
seseorang
mungkin
saja
melakukan sesuatu yang tidak disukainya.
Munandar
(2008,
p323) mendifinisikan
motivasi sebagai
suatu
proses
dimana
kebutuhan-kebutuhan
mendorong
seseorang
untuk melakukan serangkaian
kegiatan
yang
mengarah ke tercapainya tujuan tertentu.
Dapat disimpulkan bahwa motivasi selalu berhubungan dengan kebutuhan,
keinginan, dan dorongan berusaha untuk mencapai tujuan tertentu.
2.2.2 Pengertian Motivasi Kerja
Menurut Ernest
L.
McCormick
dalam Mangkunegara
(2002,
p94)
mengemukakan
bahwa motivasi kerja sebagai kondisi yang berpengaruh membangkitkan, mengarahkan dan
memelihara perilaku yang berhubungan dengan lingkungan kerja.
Anoraga
(2006,
p35)
menjelaskan
bahwa motivasi
kerja
adalah
sesuatu
yang
menimbulkan
semangat atau
dorongan
kerja.
Oleh
sebab
itu,
motivasi
kerja
disebut
pendorong semangat
kerja.
Kuat
dan lemahnya
motivasi
kerja seorang
tenaga
kerja
ikut
menentukan besar kecilnya prestasinya.
Berdasarkan pendapat
diatas
maka
dapat
disimpulkan
motivasi
kerja
merupakan
pendorong
semangat
kerja
untuk
mencapai
tujuan tertentu
dan ikut
menentukan
prestasi
kerja.
2.2.3 Faktor-faktor Motivasi Kerja
Menurut Herzberg dalam Anoraga (2006, p39-40), sistem kebutuhan-kebutuhan
orang yang mendasari motivasinya, dibagi menjadi dua golongan, yaitu :
|