![]() 35
Gambar 2.12 Pohon berjarak 9 m dari Bangunan
Sumber : Basaria Talarosha, 2005
Sekumpulan pohon juga dapat dimanfaatkan sebagai windbreak untuk
daerah yang kecepatan anginnya cukup besar. Pohon sebagai windbreak dapat
mengurangi kecepatan angin lebih dari 35 % jika jaraknya dari bangunan sebesar 5 x
tinggi pohon. Bangunan harus dirancang dimana kecepatan angin di daerah
pedestrian dan bukaan kurang dari 10 mph (mil per jam). Untuk bangunan tinggi,
pengujian dengan menggunakan model bangunan yang berskala untuk memprediksi
kekuatan bangunan terhadap kecepatan angin seringkali harus dilakukan dengan
menggunakan terowongan angin (wind tunnels). Di bawah ini menunjukkan
bagaimana pengaruh kecepatan angin terhadap manusia.
Tabel 2.5 Pengaruh Kecepatan Angin Terhadap Manusia
Kecepatan angin
(dalam mph)
Pengaruhnya terhadap manusia
0 2
2 10
10 20
20 25
25 30
30 55
55 100
> 100
Tidak ada angin
Angin terasa di wajah dan rambut
Debu naik, kertas terbang, rambut dan pakaian berantakan
Kekuatan angin terasa di tubuh
Payung susah digunakan
Susah berjalan, manusia terasa seperti didorong angin
Angin topan/badai, berbahaya bagi manusia dan struktur
Kekuatan angin tornado, sangat berbahaya bagi manusia dan
struktur
Sumber : Basaria Talarosha, 2005
b.
Unsur Air
Untuk memodifikasi udara luar yang terlalu panas masuk ke dalam bangunan
dapat dilakukan dengan membuat air mancur di dalam bangunan. Keberadaan air
akan menurunkan suhu udara di sekitarnya karena terjadi penyerapan panas pada
proses penguapan air. Selain menurunkan suhu udara, proses penguapan akan
menaikkan kelembaban. Untuk daerah iklim tropis basah seperti di Indonesia yang
memiliki kelembaban yang tinggi maka peningkatan kelembaban harus dihindarkan.
|