![]() 36
Oleh sebab itu penggunaan unsur air harus mempertimbangkan adanya gerakan
udara (angin) sehingga tidak terjadi peningkatan kelembaban.
4. Material/Bahan Bangunan
Panas masuk ke dalam bangunan melalui proses konduksi (lewat dinding,
atap, jendela kaca) dan radiasi matahari yang ditransmisikan melalui jendela/kaca.
Gambar 2.13
Dampak Jendela Kaca
Sumber : Basaria Talarosha, 2005
Radiasi matahari memancarkan sinar ultra violet (6%), cahaya tampak (48%)
dan sinar infra merah yang memberikan efek panas sangat besar (46%). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa radiasi matahari adalah penyumbang jumlah panas
terbesar yang masuk ke dalam bangunan. Besar radiasi matahari yang ditransmisikan
melalui selubung bangunan dipengaruhi oleh fasade bangunan yaitu perbandingan
luas kaca dan luas dinding bangunan keseluruhan (wall to wall ratio), serta jenis dan
tebal kaca yang digunakan.
Tabel 2.6 Shading Coeficient Untuk Berbagai Jenis Material Kaca
No.
Penggunaan kaca
Shading
coefficient
Jenis kaca
Warna
Tebal
1.
Kaca Bening
-
-
1/4 inch
3/8 inch
0,95
0,90
2.
Heat Absorbing
Glass
Abu-abu, Bronze atau
Green Tinted
-
3/16 inch
1/2 inch
0,75
0,50
3.
Reflective Glass
Dark Glass Metallized
Light Gray Metallized
-
-
0,35 0,20
0,60 0,35
Sumber : Concept In The Thermal Comfort, M. David Egan
|