|
12
3.
Lemahnya pengendalian informasi dan fisik aset. Perusahaan membelanjakan
modal untuk memperoleh aset sebagai alat produksi
yang mungkin saja tidak
dikelola
dengan
baik. Dalam melaksanakan kegiatan
usaha
tidak
sedikit
terjadi
pergerakan aset baik secara fisik, status dan nilai nya terkait dengan penyusutan
dan sebagainya. Pengendalian yang lemah dapat mengakibatkan kesalahan
laporan inventori, baik itu kelebihan maupun kekurangan.
4.
Lemahnya
pengendalian Purchase Order
atau Customer Order. Kelemahan
pengendalian
kedua
hal
ini
dapat
mengakibatkan
akumulasi
kebutuhan
cash
yang
seolah-olah
menggelembung
yang
mengganggu
upaya
perencanaan cash
flow.
5. Lemahnya pengendalian
informasi pelanggan dan pemasok. Hal
ini
merupakan
kelemahan
yang
paling
sering
ditemui
pada banyak
organisasi,
misalnya
saja
tidak
ada
standar
terhadap
pencatatan
nama
perusahan, contact
person,
alamat
dan
sebagainya.
Akibat
informasi
yang tidak akurat
dapat
terjadi
laporan
berulang
untuk
beberapa
pelanggan
atau pemasok
yang
sebetulnya
merupakan
satu entitas.
6. Lemahnya
pengendalian
informasi
barang
/
parts.
Maraknya
merger
dan
akuisisi serta konsolidasi dan penggunaan fasilitas bersama (misalnya melalui
outsourcing atau
co-sourcing)
dapat
mengakibatkan
satu
jenis
barang
/ parts
tercatat beberapa kali dengan kode berbeda. Perbedaan kode ini dengan mudah
menyebabkan gangguan pada pengelolaan inventori. Misalnya saja barang
XYZ001
sama
dengan
ABC001
(barang
sama
kode
berbeda).
Ketika bill
of
material suatu produk
mensyaratkan safety stock XYZ001 pada tingkat tertentu
maka
inventori
harus
memastikan
barang tersebut tersedia, walaupun
sebenarnya tidak diperlukan pembelian baru karena barang
ABC001
masih
tersedia.
7. Inventory
Write-Off.
Kelemahan
forecast
dan
kelemahan
pengelolaan
product
life-cycle sering mengakibatkan kelebihan inventori yang menyebabkan harus
dilakukan
penghapusan.
Penghapusan
inventori
dalam jumlah
besar
akibat,
misalnya, melebihi usia simpan dan sebagainya menimbulkan kerugian finansial
yang tidak sedikit dan langsung mengganggu irama kegiatan produksi.
|