|
13
8. Tidak memahami hubungan antara demand dan supply. Banyak perusahaan
yang
ternyata
tidak
memiliki
proses
dan
sistem untuk
memberikan
informasi
hubungan demand dan
supply, kalaupun ada masih banyak perusahaan yang
belum mampu
mengendalikan kondisi khusus seperti kondisi over demand atau
over supply. Ketidakmampuan ini mengakibatkan dampak yang tidak sedikit
terhadap kondisi keuangan misalnya harus melakukan pembelian bahan baku
pada saat yang tidak tepat dengan harga tinggi. Selain itu, perusahaan juga dapat
mengalami
kerugian akibat kesalahan bernegosiasi untuk kontrak pembelian
jangka panjang dengan para pemasoknya.
9. Tidak
melaksanakan pemisahan tugas dan kewenangan (Segregation of Duties).
Pemisahan
tugas
dan
kewenangan
sering
diabaikan
dengan
alasan
kekurangan
sumberdaya manusia. Banyak perusahaan yang menganggap hal ini menjadi
beban dengan harus menambah banyak karyawan untuk memastikan pemisahan
tugas dan kewenangan. Contoh pelanggaran segregation of duties
misalnya
hak
untuk membuat Purchase Order dan melakukan pembayaran dilakukan oleh
orang yang sama.
SEC tidak mengizinkan perusahaan untuk
mengakui
proses
pengendalian
internal yang baik sampai seluruh bukti-bukti pendukungnya dikemukakan dengan
terbuka disertai dengan rencana perbaikan yang terdokumentasi dan dilaksanakan.
Untuk lebih memastikan kepatuhan perusahaan, SEC mensyaratkan pimpinan
tertinggi
perusahaan
Chief
Executive
Officer
(CEO) dan
Chief
Financial
Officer
(CFO) bertanggungjawab
secara
pribadi
dan
atas
nama
hukum untuk
memastikan
kualitas dan efektifitas pengendalian internal perusahaan mereka.
2.3. Pengendalian Internal industri Keuangan
Pada tahun 2004, para gubernur bank sentral dan pimpinan organisasi
pengawas
perbankan
dari
10
negara (G10
Countries) mempublikasikan kerangka
kerja
kecukupan
modal
yang
disebut The
International
Convergence
of
Capital
Measurement and Capital Standard: A Revised Framework dikenal dengan
|