|
26
Situasi
persaingan
dalam
suatu
industri
bergantung pada
lima
kekuatan
pokok,
yang
digambarkan
pada
gambar
2.3.
Kekuatan gabungan
dari
faktor-faktor
ini
menentukan potensi
laba suatu
industri.
Persaingan dalam
industri
dapat
tajam
seperti
dalam industri ban, kaleng, logam, dan baja, yang para anggotanya tidak dapat
menikmati
laba
yang
tinggi
atau sedang-sedang
saja
seperti
dalam
industri jasa
dan
peralatan
perminyakan,
minuman
ringan, dan
kebutuhan
kamar
mandi,
yang
para
anggotanya masih berpeluang
menikmati laba
yang sangat tinggi. (
Pearce
dan
Robinson, 1997,
p.111 ). Dapat juga disebut sebagai industri persaingan sempurna yang
terbagi atas lima kekuatan yaitu :
1. Ancaman Masuk ( mobilities )
Pendatang baru ke suatu industri membawa kapasitas baru, keinginan untuk
merebut
bagian
pasar
(
market
share ),
dan
seringkali
sumber
daya
yang
cukup besar.
Besarnya ancaman masuk bergantung pada hambatan masuk yang ada dan
pada reaksi dari peserta persaingan yang sudah ada menurut perkiraan calon
pendatang
baru. Seperti hambatan dalam skala ekonomis, diferensiasi
produk,
kebutuhan
modal,
hambatan
biaya
yang
bukan
karena
skala,
akses
ke saluran distibusi, dan kebijakan pemerintah, ( p.113 ).
2. Pemasok Yang Kuat
Pemasok
dapat
memanfaatkan
kekuatan tawar menawarnya atas
para
anggota industri
dengan menaikkan harga atau menurunkan
kualitas
barang
dan jasa yang dijualnya. Kelompok pemasok kuat jika ( p.115 ) :
a. Kelompok ini didominasi oleh sedikit perusahaan
dan lebih terkonsentrasi
ketimbang industri tempat mereka menjual produk.
|