![]() 22
yang
diperlukan
untuk
memprakarsai
dan
mempertahankan
produktivitas,
profitabilitas, dan tingkat kepuasaan pelanggan yang lebih besar.
Secara statistik, Six Sigma mengukur dan mencerminkan kapabilitas proses
yang
sebenarnya,
menghubungkannya
dengan
ciri-ciri
seperti
jumlah
cacat
per
jumlah
keluaran
(hasil),
dan
profitabilitas keberhasilan atau kegagalan proses.
Pentingnya
nilai
Six
Sigma
yaitu
untuk
membandingkan
gambaran
proses
sebelum
dan sesudahnya.
Agar Six Sigma berhasil, manajer pada semua tingkatan, dari puncak sampai
dasar, harus mempunyai komitmen untuk
menginvestasikan sumber daya untuk
memprakarsai,
mempromosikan,
melaksanakan, dan mendukung program Six Sigma.
Itu
berarti
memberi
karyawan mereka
pelatihan,
sumber
daya,
pengetahuan,
dan
otoritas
untuk
memecahkan
masalah dan kemudian
mempercayai
mereka
untuk
melaksanakannya.
Gambar 2.8 : Grafik Six Sigma
2.2.2
Konsep Dasar, Aktifitas, dan Strategi Bisnis dari Six Sigma
Beberapa
hal
yang
menjadi
konsep
dasar/landasan,
aktifitas,
dan
strategi
bisnis dari Six Sigma, adalah sebagai berikut :
|