|
37
konsumen
organisasional (misalnya
biro
periklanan,
jasa
akuntansi dan
perpajakan, dan jasa konsultasi manjemen).
2. Tingkat keberwujudan (Tangibility)
Kriteria
ini berhubungan dengan
tingkat
keterlibatan produk fisik
dengan
konsumen. Berdasarkan kriteria ini, jasa dapat dibedakan
menjadi tiga macam:
a.
Rented Good Service
Dalam
tipe
ini,
konsumen
menyewa dan
menggunakan
produk
tertentu
berdasarkan tarif
yang
disepakati selama
jangka waktu
spesifik.
Konsumen
hanya dapat menggunakan
produk
tersebut,
karena kepemilikannya
tetap
di
tangan pihak perusahaan yang menyewakannya.
b.
Owned Good Service
Pada
tipe
ini,
produk-produk
yang
dimiliki
konsumen direparasi,
dikembangkan atau ditingkatkan untuk kerjanya, atau dipelihara/dirawat
oleh perusahaan jasa. Jenis jasa seperti ini mencakup perubahan pada
bentuk produk yang dimiliki pelanggan.
c. Non Good Service
Karakteristik
khusus
pada
jenis
ini
adalah
layanan
personal
bersifat
intangible (tidak berbentuk produk fisik) ditawarkan kepada pa®a pelanggan.
3. Keterampilan Penyedia Jasa
Berdasarkan tingkat
keterampilan
penyedia
jasa,
terdapat
dua
tipe
pokok
jasa.
Pertama
profesional
services
(seperti
dosen,
konsultan
manajemen,
konsultan
hukum,
konsultan
perpajakan,
dokter,
dan
arsitek).
Kedua, non-profesional
services (seperti jasa sopir taksi,tukang parkir, dan penjaga malam).
4. Tujuan Organisasi Jasa
Berdasarkan
tujuan
organisasi,
jasa
dapat
diklasifikasikan
menjadi commercial
services
atau profit services
(misalnya penerbangan, bank,dan hotel) dan non-
|