Home Start Back Next End
  
38
profit services  
(seperti
sekolah,
panti
asuhan,
perpustakaan
umum,
dan
museum).
5.   Regulasi
Dari aspek regulasi, jasa
dapat
dibagi menjadi regulated services
(misalnya jasa
pialang, asuransi, dan perbankan),
non-regulated
services (seperti katering , jasa
makelar, dan asrama).
6.   Tingkat Intensitas Karyawan
Berdasarkan tingkat
intensitas
karyawan
(keterlibatan
tenaga
kerja),
jasa
dapat
dikelompokkan  menjadi  dua  macam:
equipment-based services
(seperti  cuci
mobil otomatis, jasa sambungan
telepon interlokal dan internasional, mesin ATM
(Anjungan
Tunai
Mandiri),
binatu),
dan
people-based
services 
(seperti
pelatih
renang, satpam, konsultan hukum, dan dokter anak).
7.   Tingkat Kontak Penyedia Jasa dengan Pelanggan
Berdasarkan tingkat
kontak
ini,
secara
umum
layanan
dapat
dikelompokkan
menjadi  high-contact services 
(seperti  universitas, 
dokter,  pegadaian  dan
konsultasi
bisnis)
dan
low-contact services   
(misalnya
bioskop,
pasar
swalayan,jasa telekomunikasi, dan jasa PLN).
2.4.2
Sifat dan Karakteristik Jasa
Menurut
Lovelock
&
Gummerson
sebagaimana
dikutip
oleh
Tjiptono&Chandra (2007, pg22), keempat karakteristik jasa yaitu:
1.   Intangibility
Jasa berbeda dengan barang. Bila barang merupakan suatu objek, alat,
material,
atau
benda; maka
jasa
justru
merupakan
perbuatan,
tindakan,
pengalaman,  proses, 
kinerja  (perfo®mance), atau 
usaha. 
Bila 
barang  dapat
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter