|
39
dimiliki,
maka
jasa
hanya
dapat
dikonsumsi
tetapi tidak
dapat
dimiliki
(non-
ownership).
Walaupun
sebagian
besar jasa
dapat
berkaitan dan
didukung
dengan
produk
fisik
(contohnya,
sepeda
motor,
bis,kapal,
dan
pesawat
dalam
jasa
transportasi),
esensi dari
apa
yang
dibeli
pelanggan
adalah
kinerja
yang
diberikan oleh pihak tertentu kepada pihak lainnya.
Jasa bersifat intangible, artinya jasa tidak dapat dilihat, dirasa, dicium,
didengar,
atau
diraba
sebelum
dibeli
dan
dikonsumsi.
Konsep
intangible sendiri
memiliki
dua
pengertian
(Berry,1980)
:
(1)
sesuatu
yang
tidak
dapat
disentuh
dan
tidak
dapat
dirasakan;
dan
(2)
sesuatu
yang tidak
mudah
didefinisikan,
dirumuskan atau dipahami secara rohaniah.
2. Hete®ogeneity/ Variability/ Inconsisten©y
Jasa
bersifat
sangat
variabel
karena merupakan
non-standardized
output,
artinya
terdapat
banyak
variasi
bentuk,
kualitas,
dan
jenis,
tergantung
pada
siapa,
kapan,
dan
dimana
jasa
tersebut
diproduksi. Dalam
proses
produksi
dan
konsumsinya jasa melibatkan unsur manusia.
3. Insepa®ability
Barang biasanya diproduksi terlebih dahulu, kemudian dijual, baru
dikonsumsi. Sedangkan
jasa
umunya
dijual
terlebih
dahulu, baru
kemudian
diproduksi dan dikonsumsi pada waktu dan tempat yang sama.
4. Perishability
Perishability berarti jasa merupakan
komoditas
yang
tidak
tahan lama, tidak
dapat
disimpan
untuk pemakaian
ulang
di waktu datang,
dijual
kembali,
atau
dikembalikan.
|