|
55
waktu
yang
lama
.
Schiffman
dan
Kanuk (2000)
mengatakan bahwa sikap adalah
predisposisi yang dipelajari dalam merespons secara konsisten sesuatu obyek ,
dalam bentuk suka atau tidak suka (attitude
is a learned predisposition to respond
in
a
consistently favorable or
unfavorable manner with
respect
to
a
given object).(
Prasetijo dan Ihalauw, 2005, p104).
Dalam setiap definisi sikap dijumpai, terlihat bahwa para penulis setuju akan
adanya konsep-konsep sebagai berikut (Ristiyanti, 2005, p104) :
Obyek, Dalam
bersikap
ada obyek yang disikapi. Obyek
disini mempunyai arti
yang
luas seperti : issues (masalah,
pokok
persoalan),
tindakan, perilaku, cara
kerja,
orang atau
peristiwa.
Dalam
konteks
sikap konsumen, obyek
dapat
diartikan sebagai kategori produk, brand, service (jasa), iklan, harga penyalur
dan sebagainya.
Sikap
adalah sesuatu predisposisi yang
dipelajari (
Learned
Predisposition)
predisposisi
disebut
juga
kecenderungan
umum.
Dalam
sikap
ada
kecenderungan
umum
yang
dipelajari atau
dibentuk
dan
karena
itu
sikap
memiliki
kualitas motivasional
yang dapat mendorong
konsumen kepada suatu
perilaku
tertentu.
Dalam terapan
pemasaran,
sikap
yang relevan
terhadap
perilaku
beli
terbentuk
dari
pengalaman
langsung
menggunakan produk,
dari
informasi yang diperoleh dari orang lain atau dari media massa.
Sikap itu konsisten. Seca®a relatif, sikap selalu konsisten dengan perilaku yang
diperlihatkannya.
Sekali sikap
terbentuk,
tak
mudah untuk
mengubahnya.
Hal
ini penting dipahami karena walaupun resisten terhadap perubahan, sikap bisa
berubah,
tetapi
sulit.
Untuk
membentuk
sikap
positif
terhadap
suatu
produk
|