|
15
Dari China ke Jepang
Benih-benih pertama teh yang didatangkan ke Jepang dari Cina pertama
kali
dibawa oleh Dengyo Daishi, seorang rahib
Jepang
yang
menghabiskan
waktu
2
tahun dari tahun 803-805 untuk belajar di Cina. Ia pulang ke Jepang dan menanam
benih teh
tersebut di pekarangan kuil tempat
ia
tinggal. Sekitar 5 tahun kemudian,
ia
menyuguhkan
minuman
teh
dari
benih
yang
ia
tanam
kepada
Kaisar
Saga.
Kaisar sangat menyukai minuman tersebut sehingga ia memerintahkan untuk mulai
menanam pohon teh di 5 provinsi.
Pada
akhir
abad
9-11,
hubungan
cina
dan
jepang
memanas
dan
berdampak
pada
teh;
sebagai
minuman
yang
berasal
dari
Cina,
teh
tidak
lagi
diminum dalam
kerajaan.
Tetapi para rahib di Jepang tetap
meminum teh
untuk
membantu
mereka
tetap sadar dan berkonsentrasi selama masa pertapaan mereka.
Pada
awal
abad
ke-12, situasi
di
antara
kedua
negara
mulai
membaik
dan
seorang rahib bernama
Eisai pergi ke Cina untuk membawa lagi bibit-bibit
tanaman teh.
Ia pulang
membawa banyak benih
untuk ditanam dan
juga
membawa
cara
baru
masyarakat
cina
dalam
meminum
teh
hijau
bubuk.
Cara
meminum
teh
dan juga kepercayaan para rahib terhadap cara
meminum teh
ini
terus berkembang
secara berdampingan dan ketika ritual ini sudah mati di Cina, di Jepang cara
meminum teh tersebut telah berkembang menjadi sebuah upacara yang rumit dan
unik.
Hingga
sekarang,
upacara
minum teh
atau
Cha
No
Yu
masih
terus
berlangsung.
2.2.1.1 Masuknya Teh ke Eropa
Pada tahun 1560, teh pertama kali masuk ke Eropa melalui misionaris
Jasper de Cruz. Teh pertama kali disebarkan di Portugal lalu mulai
menyebar ke Perancis, lalu ke Belanda. Minuman baru yang datang
bersamaan dengan muatan sutra dan rempah-rempah ini namun tidak
mengalami
sukses dalam sekejap. Bangsa Eropa mencicipi teh, namun
mereka lebih memilih aroma kopi.
Pada
tahun
1652,
teh
mulai
masuk
ke
Inggris
dan
menggantikan
Ale
(sejenis bir) sebagai minuman nasional. Keluarga kerajaan Inggris menjadi
penolong dari penjualan teh. Acara minum teh pun menjadi istimewa ketika
Raja Charles II menikah dengan Catherine dari
Branzaga. Catherine
mengawali
tradisi
minum teh
di
dalam istana
dengan
menggunakan
mangkok dan teh asal cina dan para
anggota istana lain pun mengikuti
caranya. Pada saat itu, harga teh menjadi naik karena teh menjadi sebuah
mode yang ekslusif dan kian marak. Para bangsawan pun menganggap teh
sebagai
sesuatu
yang
menarik.
Kehidupan
sosial
pada
awal
pertengahan
|