Home Start Back Next End
  
30
2.6.2
Kepuasan dengan Loyalitas Pelanggan
Dalam 
Wijayanti  (2008) 
kepuasan  yang 
dirasakan  oleh 
pelanggan
mempunyai konsekuensi perilaku berupa komplain dan loyalitas pelanggan, sehingga
apabila
organisasi
atau
perusahaan
dapat
memperhatikan segala
hal
yang
dapat
membentuk kepuasan
pelanggan,
maka
kepuasan
yang
dirasakan
oleh
pelanggan
secara
keseluruhan akan
terbentuk.
Di
mana
kepuasan
keseluruhan didefinisikan
sebagai  pernyataan  afektif  tentang  reaksi  emosional  terhadap  pengalaman  atas
produk  atau 
jasa, 
yang  dipengaruhi  oleh 
kepuasan  pelanggan  terhadap  produk
tersebut
dan
dengan
informasi
yang
digunakan untuk
memilih
produk.
Kepuasan
konsumen
atau
pelanggan
merupakan
suatu
darah
kehidupan setiap
perusahaan,
sehingga
kepuasan
pelanggan
merupakan salah
satu
elemen
penting
dalam
peningkatan kinerja pemasaran dalam suatu perusahaan atau organisasi.
Kepuasan
yang
dirasakan
oleh
pelanggan
dapat
meningkatkan intensitas
membeli 
dari 
pelanggan 
tersebut 
(Assael, 
1995). 
Dengan 
terciptanya 
tingkat
kepuasan
pelanggan
yang
optimal
maka
mendorong
terciptanya
loyalitas
di
benak
pelanggan yang
merasa
puas
tadi.
Loyalitas
pelanggan
dipandang
sebagai
kekuatan
hubungan 
antara 
sikap 
relatif 
seseorang 
dan 
bisnis 
berulang.     Hubungan 
ini
dipandang karena dijembatani oleh norma-norma sosial dan faktor-faktor situasional.
Hubungan kepuasan
dengan
loyalitas
tidak
bersifat
linier,
seperti
yang
dibayangkan oleh
pemasar. 
Seperti
yang
dinyatakan
oleh
Rowley
&
Dawes
(1999)
bahwa
hubungan
antara
kepuasan
dengan
loyalitas
tidak
jelas,
buktinya penelitian
yang
dilakukan
oleh
Strauss
&
Neuhaus
(1997)
menemukan bahwa
sejumlah
pelanggan
yang
mengeskpresikan
kepuasan,
masih
juga
berpindah
merk. 
Sejumlah
pelanggan yang
tidak
puas,
justru
tidak
berpindah merek.  
Pendapat
yang
sama
dikemukakan
oleh   Ruyten &
Bloemer
(1999);
Soderlund
(1998)
bahwa
kepuasan
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter